Selasa, 07 Januari 2014

Satu Bulan Motivasi Januari 2014: Lebih Baik

Selamat datang sahabat-sahabat semua pada bulan pertama di tahun 2014! Sekali lagi, selamat untuk Anda semuanya! :)

Tema kita pada bulan ini adalah "Lebih Baik".  

Bagi yang di saat tahun 2013 sudah melakukan banyak hal buruk yang pada akhirnya merugikan diri kita sendiri pula, agar membangkitkan diri untuk menjadi lebih baik di tahun 2014 ini. Berkomitmen penuh untuk selalu menjadi pribadi yang baik. 

Ada berbagai kesalahan di tahun 2013 agar diingat hikmah berharganya untuk menjadi bekal menghadapi sepanjang hari di tahun 2014 ini.

Sementara yang sudah menjadi pribadi yang baik hingga telah menorehkan banyak prestasi di tahun 2013, agar belajar dari mana saja tiada henti di sepanjang hari di tahun 2014. Boleh Anda semua bangun mimpi baru dan berusaha mewujudkannya. Boleh Anda semua belajar hal baru, hal yang tidak dikuasai sebelumnya sama sekali untuk menantang diri Anda hingga dapat menambah skill baru.

Oke, mari kita bersama, Anda semua dan saya, menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Asal ada niat, usaha yang sungguh-sungguh, dan didukung dengan doa, kita pasti bisa mencapai yang terbaik. Alhasil, sukses akan didapat oleh kita masing-masing.

Salam sukses, luar biasa! 
Indonesia Pasti Bisa! :)


Regards, 
Hanna Kristina 
~Be the best of you!~

Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama Lingkungan Gerejaku di Kopo Square, Bandung

Tepat pada hari Rabu, 1 Januari 2014, aku bersama keluargaku dan keluarga-keluarga yang tergabung dalam lingkungan gereja Katolikku di Bandung bernama lingkungan St. Theresia mengadakan acara bersama dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru di Kopo Square, Bandung. Sungguh merupakan kemurahan hati Tuhan, bahwa pada hari itu akhirnya aku bisa berkunjung dan benar-benar menikmati sebuah tempat bernama Kopo Square, Bandung untuk pertama kalinya. Terima kasih Tuhan, aku boleh diberi kesempatan untuk itu. Saya yakin sekali, semua sudah diatur-Nya dengan baik serta Dia telah membuat indah dan tepat pada waktu-Nya. How amazing God! :) Seringkali sampai kita tidak menyadari akan hal itu, akan tetapi perlu kita semua ketahui bahwa memang begitulah kuasa tangan Tuhan yang bekerja secara ajaib sesuai dengan kehendak-Nya untuk kebaikan diri kita semua. Itu semua adalah karena satu hal, bahwa Dia sangat, sangat, dan sangat mengasihi kita semuanya. Maka dari itu, kita mesti membalas semua kasih-Nya dengan mengasihi-Nya dengan sepenuh hati. Ya, kita tidak melupakan diri-Nya pada setiap waktu. 

Sekaligus dari pengurus lingkungan gerejaku menyatakan rasa syukur kepada-Nya karena pada akhirnya bisa mengadakan acara bersama di luar rumah, yang selama ini selalu diadakan dengan meminjam rumah milik seorang warga lingkungan. Ya, terlihat jauh lebih baik. Kami semua amat berbahagia. Apalagi di tempat tersebut kami semua dapat menghirup udara segar layaknya bertempat di alam pedesaan. Kami memang layak, layak, dan layak untuk menikmatinya. Semua adalah berkat kemurahan hati Tuhan. Semua ini bisa terjadi seperti yang dilaporkan oleh sekretaris pengurus lingkungan bahwa hampir 100% keluarga-keluarga yang tergabung dalam lingkungan gereja membayar rutin iuran keluarga dengan sebesar yang telah ditentukan. Aku yang mendengarnya saja sudah ingin menitikkan mata, sangat terharu dengan semangat inisiatif diri yang telah dilakukan oleh masing-masing keluarga. Aku yakin, semua adalah anugerah Tuhan. Tuhanlah yang telah memampukan setiap keluarga untuk memiliki penghasilan cukup sehingga dari sedikit hasil penghasilan tersebut dapat membayar iuran keluarga sesuai dengan tempo waktunya. Puji Tuhan! Sehingga pada akhirnya semuanya itu berdampak pada kualitas lingkungan gereja kami yang terus dibangun hingga saat ini. Dapatlah kita simpulkan bersama bahwa banyaklah uang yang terkumpul, sehingga pengurus lingkungan bisa mengadakan acara bersama di tempat yang lebih baik dan dapat dirasakan secara merata oleh semua keluarga dalam sebuah lingkungan gereja. Sungguh kebahagiaan besar bagi pengurus lingkungan. Mereka jadi bisa membeli barang-barang untuk keperluan dekorasi ruangan yang kemudian akan ditata dengan apik dan rapi, namun masih ada kesan sederhana. Sebuah pohon Natal berukuran sedang. Kertas-kertas kado berwarna untuk membungkus berbagai hadiah -hadiah dibeli dari uang iuran yang telah terkumpul dan disiapkan sendiri, namun tidak semua pengurus tahu isi hadiahnya :)- yang kelak akan dijadikan doorprize. Lalu kado-kado yang telah terkumpul dalam jumlah banyak disimpan di bawah pohon Natal yang telah terdekorasi cantik namun masih ada kesan sederhana. 

Perlu Anda semua ketahui bahwa aku tidak tergabung dalam pengurus lingkungan alias sebagai anggota lingkungan gereja saja. Meski demikian, aku telah menghadiri beberapa pertemuan tertentu. Sungguh kebahagiaan besar bagiku, bisa mengenal warga lingkungan satu sama lain. :)

Oke, aku bersama saudara dalam lingkungan gerejaku yang satu perumahan denganku naik mobil milik saudaraku tersebut dan sudah datang ke lokasi acara yang telah ditentukan pada pukul 10.50 WIB. Kami disambut dengan tim penerima tamu persis di tempat kami menginjakkan kami pertama kali sebelum memasuki halaman acara. Mereka berusia muda dan masih pelajar SMP-SMA. Kedua adik perempuanku turut membantu penugasannya di sana. :) Kami diminta untuk menandatangani di kertas yang telah berisi absensi keluarga lingkungan yang hadir. Ya, cukup tanda tangan dari salah satu orang sebagai wakil dari sebuah keluarga. Setelah selesai, kami menyerahkan kado yang telah kami siapkan pada jauh-jauh hari kepada mereka. Satu kado untuk satu keluarga.

Setelah tanda tangan dan penyerahan kado, kami dipersilakan untuk masuk ke halaman acara. Aku sibuk bersalaman mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada warga lingkungan yang sudah cukup banyak hadir itu mengitari halaman acara, dari usia muda hingga tua. Tak lupa, senyum tulus di bibirku turut mengiringi. Memang acara ini dihadiri oleh keluarga-keluarga yang terdiri dari anak-anak kecil hingga orang tua. Meski anak-anak kecil, syukur Tuhan, mereka bisa mengendalikan diri dan mengikuti acara dengan baik. Tidak ada yang menangis hingga berteriak. :)

Setelah selesai bersalaman, aku mencari tempat duduk yang berada di posisi tiga belakang dari depan. Aku duduk menunggu kedatangan seorang pastor gereja Katolikku yang akan memimpin misa Natal di lokasi acara. 

Tibalah sudah pada pukul 11.30 WIB, seorang pastor paroki bernama Rm. Sahid telah datang ke halaman acara, yang pada sebelumnya telah dibimbing kehadirannya dari telah memasuki lokasi acara hingga menuju ke halaman acara oleh seorang ketua lingkungan. Sebuah meja cukup panjang dengan penutup kain putih, dua lilin yang masing-masing terpasang di sebelah kanan dan kiri, sebuah salib dengan hadirnya patung Tuhan Yesus yang telah wafat terpasang di tengah meja depan sudah disediakan. Pastor tampak siap memimpin misa Natal kami. Pada akhirnya, misa kami dimulai pada pukul 11.40 WIB. 

Dimulai dengan lagu pembuka "Betlehem B'rikan Pintumu" (Madah Bakti No. 328) yang diiringi dengan keyboard oleh Pak Daniel dan dinyanyikan oleh MC yang juga anggota pengurus lingkungan bersama segenap warga dan pastor. Tampak kami semua menyanyikan lagunya dengan khidmat.

Setelah lagu pembukaan, kami mulai memasuki misa dengan pembuka tanda salib. Hingga pada akhirnya dilanjutkan dengan pembacaan Sabda Tuhan yang pertama. Setelah Sabda Tuhan tersebut dibacakan, kami menyanyikan lagu "Gloria" (Madah Bakti No. 334). Setelah lagu tersebut dinyanyikan bersama, dilanjutkan dengan Bacaan Injil oleh sang pastor. Setelah Bacaan Injil, dilanjutkan dengan homili yang cukup panjang.

Inti homili yang disampaikan oleh pastor adalah Tuhan Yesus hadir dalam keluarga. Ada banyak hal menarik yang disampaikan oleh pastor yang sungguh mendatangkan inspirasi dan wawasan baru bagi kami semua, termasuk aku sendiri. "Datanglah pada-Ku, karena Akulah yang mempunyai hidup," kata pastor. Benar juga pikirku, bahwa kita yang hidup hendaknya datang senantiasa kepada-Nya dan hidup sungguh dapat tersediakan hanya ada melalui Dia. "Hidup kok pusing-pusing, padahal yang bikin pusing adalah manusia itu sendiri," kata pastor lagi. Memang benar, kita menyatakan rasa pusing dalam hidup kita sendiri adalah ulah dari diri kita sendiri, ulah pikiran kita sendiri. Yang tak kalah pentingnya lagi, beliau mengatakan bahwa agar mengisi hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, persembahkan hidup yang terbaik untuk Tuhan. Terima kasih pastor. Homilinya sangat berguna bagi kami semua.

Selesai homili, dilanjutkan dengan Doa Umat dengan jawaban: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. Hingga dilanjutkan dengan Doa Bapa Kami. Setelah Doa Bapa Kami, kami menyanyikan lagu "Dalam Gua Dingin" (Madah Bakti No. 347). Hingga pada akhirnya menuju sesi Berkat dan Pengutusan, dan kemudian dilanjutkan dengan nyanyian penutup misa "Alam Raya Karya Bapa" (Madah Bakti No. 352) yang biasa diiringi kembali dengan keyboard. Misa Natal selesai sudah.. Puji Tuhan! :)

Selesai Misa Natal bersama, pengurus lingkungan mengucapkan terima kasih kepada pastor yang sudah memimpin misa pada hari itu. Sehingga kami semua boleh bersama-sama mengadakan misa natal bersama. Syukur Tuhan.. 

Setelah itu, beberapa pengurus lingkungan tampil di depan. Mengarahkan kami semua yang sedang duduk di kursi masing-masing untuk melihat ke bawah kursi, barangkali ada sebuah pita biru yang tertempel. Yang ada pita birunya, silakan maju ke depan untuk mengambil sebuah hadiah menarik yang telah disiapkan oleh panitia acara. Aku tidak dapat. :)
 
Oke, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Ada nasi, sayur-sayuran, ayam goreng, daging ikan goreng, lengkap dengan kerupuk. Tak lupa ada buah-buahan sudah disediakan. Sambil makan siang, kami ditemani dengan persembahan nyanyian oleh seorang wanita bersuara sopran "Holy Night" diiringi dengan keyboard. Setelah persembahan nyanyian, salah seorang pengurus lingkungan menyampaikan berbagai laporan secara jujur perihal kegiatan-kegiatan pertemuan lingkungan yang sudah dilaksanakan dari bulan pertama di tahun 2013 hingga akhir tahun 2013. Ada pula penyampaian rencana yang akan dijalankan pada tahun 2014. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata sambutan dari penasihat lingkungan, ketua lingkungan, dan mantan ketua lingkungan. Ada yang menarik dari kata sambutan mereka. Dari penasihat lingkungan berkata, "Kalau bisa, nanti ketua lingkungannya ganti-ganti. Supaya belajar memimpin dengan baik. Jadi tidak saya melulu. Nah, jadi bisa sambil belajar menjadi seorang pemimpin yang baik." Good, aku pikir. Sungguh merupakan pelajaran yang mahal harganya apabila mendapat kesempatan itu. :) Dari mantan ketua lingkungan, Pak Paulus Suyanto berkata, "Kalau dulu saya saja yang jadi ketua lingkungan, tidak ganti-ganti. -Oww, baru tahu aku..- Saya pikir kapan gantinya, apalagi sudah berpuluh tahun, sampai akhirnya saya pindah rumah ke Kopo Permai Bandung. Namun, saya selalu saja entah kenapa, selalu tanya kalau kebetulan bertemu dengan warga lingkungan St. Theresia perihal adanya acara-acara terbaru. Kalau ada acara terbaru, saya usahakan datang! -Prok, prok, prok... Disambut tepuk tangan yang meriah dari segenap warga lingkungan.- Pokoknya saya masih jatuh cinta sama lingkungan St. Theresia, saya tidak bisa berkata bohong lagi. Pokoknya kalau ada info terbaru perihal Paskah, Prapaskah, dll nanti saya akan beritahu. -Karena beliau pegang sebagai Sie Pewartaan di gereja kami-.". Prok, prok lagi.. :) Selesai kata-kata sambutan, bincang-bincang bersama warga lingkungan untuk bisa mengenal lebih dekat dan dalam, yang entah selama ini sudah tidak lama berjumpa pada pertemuan lingkungan tertentu dan lain-lain, sambil menikmati alam tempat acara kami yang tak lain di outdoor.

Acara makan siang bersama selesai sudah. Kami semua tampak kenyang. Syukur Tuhan.. Kami dapat melanjutkan acara permainan yang telah disiapkan teknik permainan menariknya oleh panitia acara.

Permainan pertama: Warga lingkungan yang hadir berdiri melingkar tanpa putus. Seorang panitia meminta kami masing-masing untuk menyebut nama panggilan secara estafet menggunakan mike yang dipegang tanpa kabel panjang. Setelah nama kami masing-masing disebutkan sehingga kami masing-masing mengetahui nama warga lingkungan lain, panitia memberikan sebuah bola tenis kepada seorang warga lingkungan untuk kemudian dioper kepada yang berdiri di sebelah kirinya, di mana bergerak searah jarum jam sambil bersama-sama menyanyi lagu "Selamat Hari Natal" dan "We Wish You A Merry Christmas". Nanti sang panitia berkata, "Stop!" secara mendadak dan refleks yang sedang memegang sebuah bola tenis untuk menghentikan geraknya ke sebelah kirinya. "Sebutkan nama di sebelah kanannya Hanna," kata panitia kepada salah seorang warga lingkungan. Jawaban yang salah agar berdiri di tengah kami berdiri melingkar, sementara jawaban yang benar tetap berdiri di tempatnya. Terkumpul sudah orang-orang yang memberikan jawaban salah, sehingga panitia menyuruh mereka untuk menari dangdut yang tentu saja diiringi dengan musik dangdut. Tampak sebagian dari mereka tampil malu-malu menari. "Ya, ada hadiah untuk kalian...," kata panitia yang lain sambil membawa hadiah-hadiah dan menghampiri mereka yang menjawab salah. Hehehe, mereka yang menjawab salah ternyata mendapat hadiah! :) Kalau aku, menjawab benar semua. :)

Permainan kedua: Sama tekniknya dengan permainan pertama, yang berbeda kalau ditanya laut dijawab pesawat terbang, udara dijawab ayam, dan darat dijawab ikan paus. Tanpa menunggu waktu lama, panitia segera memulai permainannya. Terkumpul akhirnya para pemberi jawaban salah. Mereka dihukum dengan menyanyikan bersama sebuah lagu pilihan sendiri sambil memegang teks lagu dari Misa Natal dengan diiringi keyboard oleh Pak Daniel. "Ya, ada hadiah untuk kalian...," kata panitia yang lain kepada mereka sambil betertawa terbahak-bahak. :) Kalau aku, tidak mendapat giliran ditanya. :)

Permainan ketiga: Seorang pemberi pertanyaan akan menyampaikan pertanyaan. Yang tahu jawabannya, segera mengancungkan tangan dan menyampaikan jawabannya. Yang menjawab benar, mendapat hadiah.. Pertanyaan pertama, "Kapan ulang tahun St. Theresia?". Sontak aku mengacungkan tangan kananku dan pemberi pertanyaan mempersilakan aku menyebutkan jawabannya. "1 Oktober," kataku. "Ya benar!" kata pemberi pertanyaan sambil mengarahkan kepada panitia lain untuk memberikan hadiah kepadaku. :) Akhirnya aku dapat doorprize. Tidak seperti yang aku duga pada sebelumnya. Pertanyaan pertama, pemenang pertama, hehe.. :) Oke, sang pemberi pertanyaan kemudian memberikan pertanyaan kedua, dst. Ada cukup banyak pertanyaan mudah yang dilontarkan, sehingga tidak membuat panik bagi segenap warga yang hadir untuk mengikuti permainannya.

Tiga permainan sudah dilalui. Saatnya tukar kado. Caranya, salah satu tim penerima tamu SMA membacakan satu persatu nama keluarga yang hadir. Satu nama keluarga yang telah dibacakan agar maju ke depan, mengambil nomor undian, dan mengambil kado yang telah diberikan nomor oleh tim penerima tamu tersebut. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan tertib.

Setelah selesai acara penyerahan kado, salah seorang pengurus lingkungan mempersilakan panitia untuk memberikan sambutan atas syukur telah terselenggarakannya acara ini. Setelah ini, ditutup dengan doa yang tak lupa menyertakan ungkapan syukur karena acara telah dapat berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir. Tuhan sungguh telah menyertai kami semua selama acara berlangsung. 

Setelah doa, kami berdiri melingkar dan bersalaman. Caranya, aku yang pertama memulai bersalaman dengan berdiri di depan orang yang sebelah kananku, kemudian maju ke samping kiri, dst. Sampai orang yang berdiri di sebelah kananku mengikutiku bersalaman ke samping kiri. Menarik, seperti gerakan ular. :) 

Tibalah sudah sampai ke meja tim penerima tamu, dan mereka memberikan sebuah tas bingkisan menarik berisi sebuah handuk berwarna. 

Usailah sudah perayaan Natal dan Tahun Baru lingkungan gerejaku. Aku bersama saudaraku menuju ke halaman parkir tempat acara dan naik mobil menuju rumah kami masing-masing. Sementara panitia dan pengurus lingkungan menurunkan semua dekorasi hingga membersihkan ruangan yang tentunya terjamin tidak ada yang tertinggal. Setelah selesai, barulah mereka bisa pulang ke rumah masing-masing. Syukur Tuhan..

Demikianlah cerita perayaan Natal dan Tahun Baru di lingkungan gerejaku.
Semoga bermanfaat. Gbu all. :)


Jumat, 03 Januari 2014

Dua di Antara Banyak Impianku yang Berhasil Terwujud di Tahun 2013

Pertama: Impianku ini ditulis di HP milikku dan tersimpan di outbox. Tanpa pengeditan sama sekali. Alias tulisan asli sesuai dengan yang telah tertulis di HP-nya.

"Aku bermimpi ingin bertemu dg Merry Riana. Aku sgt terinspirasi oleh bukunya! Aku juga bermimpi bisa berfoto dengannya! Aku yakin, tak ada yg mustahil! Aku yakin sekali! Yeah! Yeah! Yeah!"

Akhirnya, impian tersebut terwujud pada tanggal 20 Januari 2013 di Bandung. Aku tidak akan melupakan moment berharga ini. :)

Kedua: Impianku ini ditulis di sebuah buku catatan milikku. Sama dengan yang di atas, tanpa pengeditan sama sekali alias tulisannya asli sesuai dengan yang telah tertulis di buku catatannya. 

"Satu impian saya di tahun 2013 ini adalah berhasil menerbitkan min. satu buku dg penulis saya sendiri (penulis solo/tunggal)."

Akhirnya, impian tersebut terwujud pada tanggal 29 November 2013. Sama, aku tidak akan melupakan moment spektakuler ini dan langsung mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya karena berkenan mengabulkan salah satu impian terbesarku. Sungguh, Tuhan Yang Maha Baik. 

Ini adalah buku solo perdanaku yang terbit 
pada tanggal 29 November 2013 :)


Hikmah apa yang bisa kita ambil bersama dari tulisanku di atas?
Ketika Anda memiliki impian, baik hanya satu maupun banyak, tuliskanlah impiannya di selembar kertas atau sebuah buku (jauh lebih baik). Kalau saya pinjam dari kata Marselinus Halim, seorang miliarder muda di Indonesia, buatlah "Dream Book" (Buku Impian) - saya sangat merekomendasikannya untuk Anda semua, demi kebaikan Anda semua dan juga aku sendiri :) -. Di mana Anda menuliskan satu impian di satu halaman. Jika Anda memiliki dua impian alias ada impian yang ke-2, tulis impiannya di halaman kedua atau disebut halaman berikut setelah ditulisnya impian pertama. Anda isi dengan gambar kreasi Anda sendiri atau guntingan dari koran yang memuat foto berwarna tempat yang paling ingin Anda kunjungi kelak, misalnya. Bacalah impian demi impian yang telah Anda tulis di buku tersebut setiap hari. Karena tanpa Anda sadari secara sepenuhnya, bahwa lebih banyak manusia di dunia ini yang ketika pada masa dahulu menuliskan impian di secarik kertas ataupun di sebuah buku miliknya sendiri, impiannya malah telah berhasil terwujud pada hari ini. Anda pasti tercengang bukan main. Sama halnya denganku, ketika aku membuka kembali tulisan impianku di buku catatan milikku (baca: impian kedua), aku sangat tercengang luar biasa dan baru menyadari bahwa pada bulan pertama di tahun 2013, aku telah menulis impian berupa berhasil menerbitkan buku solo. :)

Oke, let's write one dream or many dreams. Wish your and my all dreams come true. Amin.. 
Keep the spirit! Gbu all. :)


Senin, 30 Desember 2013

Renungan Menjelang Tahun 2014: Are You Ready?

Sebelumnya saya ingin menyampaikan kepada sahabat-sahabat semuanya, bahwa saya memang sengaja menulis sebuah post ini pada hari ini, agar kita bersama-sama dapat boleh merenung diri sejenak dengan lebih tenang menjelang memasuki tahun 2014. Ya, lebih tepatnya pada tanggal 1 Januari 2014 nanti. Memang, saya tergolong orang yang lebih suka melakukan sesuatu lebih awal agar dapat dihadapi dengan baik pada saat akan memulai masa tertentu. Tentu akan membawa banyak keuntungan positif bagi kita bersama. :)

Karena dengan merenung diri sejenak secara lebih dini, maka pada umumnya kita sudah lebih siap pada saat akan memasuki masa tertentu dan bukan mustahil tampil lebih percaya diri. Kita malah telah bergumul dengan berbagai tantangan yang akan terjadi di tahun mendatang sampai memikirkan solusi terbaik dari segala permasalahan yang mungkin akan terjadi. Pula sambil berkaca dari berbagai pengalaman manis-pahit di tahun 2013. Ada waktunya kita gagal. Ada waktunya kita sukses. Ada waktunya kita bersedih hati. Ada waktunya kita bergembira. Ada teman-teman yang setia menemani kita. Ada teman-teman yang telah pergi ke rumah Bapa di Surga. Ada saatnya kita melalui serangkaian perjuangan berat. Ada saatnya mental kita sedang ditempa. Pada akhirnya semua yang bercampur aduk tersebut akan membentuk siapa diri kita yang sesungguhnya, yang sejatinya, tanpa kita sadari. Ya, seringkali Tuhan membentuk diri kita menjadi manusia yang berkarakter baik, tanpa pernah kita sadari, yang Tuhan nyatakan melalui serentetan kejadian demi kejadian. Kita semua mesti bersyukur atas segala peristiwa yang telah Tuhan izinkan terjadi, sesuai dengan kehendak-Nya. 

Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah kalian siap memasuki tahun 2014 nanti? Jawabannya harus adalah SIAP! Kita harus siap akan berbagai tantangan yang akan terjadi di sepanjang tahun 2014, meski kita sendiri tidak tahu apa-apa saja yang akan terjadi, mengingat kita masing-masing tidak bisa meramal peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di sepanjang tahun 2014, entah peristiwa baik maupun buruk. Yang pasti, saya yakin sekali, bahwa kalian semua dan saya memiliki cerita masing-masing di sepanjang tahun 2013. Ada cerita penuh haru bahagia, kesedihan, dan lain-lain. Rasakan semua ceritanya dengan hati pada sekarang juga. Jika bisa, sambil menyatakan emosi kalian. Saya yakin sekali, tindakan ini akan memotivasi kita semua, bersorak keras dalam hati kita masing-masing, dengan penuh komitmen, untuk HARUS MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK, DEWASA, DAN POSITIF LAGI. Dengan kekuatan motivasi tersebut, tiada lagi yang perlu ditakutkan menjelang memasuki tahun 2014. 

Ya, saya siap berjuang keras menggapai cita-cita terbesar saya! Ya, saya siap mengasah mental saya menjadi lebih kuat, tegar, tegas, dan tangguh! Ya, saya siap menjadi manusia pembelajar dari hari ke hari! 

Ya, saya ingin mulai menulis resolusi-resolusi yang ingin saya capai di tahun 2014. Semuanya memberi kekuatan dan menimbulkan rasa penuh harapan yang tinggi. Setelah menulis resolusi-resolusi tersebut, berdoa dan berserah kepada Tuhan, sebagai tanda kesadaran diri kita bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Besar. Kita bukan siapa-siapa tanpa Tuhan. Kita tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Tuhan. Kita tidak bisa sukses seorang diri, perlu bantuan Tuhan untuk turut mendukung tercapainya resolusi-resolusi kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kita boleh mengingat kesalahan-kesalahan yang telah dibuat selama tahun 2013, agar tidak terulang kembali di tahun 2014. Pada masa inilah, kita dibawa untuk mengenang masa-masa kelam dan sulit di tahun 2013.

Akan tetapi yang pasti, semua cerita di tahun 2013 penuh warna. Sehingga tanpa disadari, kalian bisa betertawa dan menangis pada saat mengenang kembali semuanya. Bagaimana jika hanya peristiwa manis yang dihadirkan? Tentu kita tidak akan bisa menangis sekarang. Begitu pula hal sebaliknya. 

Ada banyak cara yang bisa kalian lakukan dalam masa merenung diri sejenak menjelang tahun 2014. Lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian dan yang paling kalian senangi tanpa terasa beban berarti. 

Sehingga pada akhirnya, kita masing-masing menjawab: "Ya, saya siap!"


Salam sukses, luar biasa!

Regards, 
Hanna Kristina
~Be the best of you!~


Minggu, 29 Desember 2013

Karena Ingin Bersikap Baik

Artikel saya ini dimuat di BERGEMA edisi Desember 2013




Saya yakin, Anda semua tahu bahwa hendaknya kita dapat bersikap baik dalam berhubungan dengan sesama. Tidak hanya itu, Anda juga tahu harus bersikap baik dan bertingkah laku baik terlebih dahulu, sehingga – diharapkan – akan mendapat hasil yang baik dari semua perbuatan baik yang telah Anda berikan. Akan tetapi, di balik semuanya itu, apa yang menjadi motivasi kuat Anda untuk bersikap yang demikian? Apakah agar dapat menyenangkan hati orang tua Anda? Supaya mendapat pujian dari orang lain? Supaya orang-orang di sekitar Anda bersikap baik pula kepada diri Anda? Atau supaya kelakuan Anda mendapat nilai 100 di laporan hasil belajar? Apabila atas pertanyaan-pertanyaan itu, salah satu jawaban Anda adalah ya, sesungguhnya Anda bertindak semata-mata untuk mengejar upah. Namun jika jawaban Anda atas semua pertanyaan di atas adalah tidak, saya mengucapkan selamat dan teruskanlah bersikap baik.
       Jika untuk menyenangkan hati orang tua Anda, atau agar mendapat pujian dari orang lain, atau orang-orang di sekitar bersikap baik pula kepada Anda, dan kelakuan Anda mendapat nilai 100 di laporan hasil belajarlah yang menjadi motivasi Anda, saya yakin usaha bersikap baik Anda tidak akan bertahan lama alias hanya dalam jangka pendek. Ya, suatu hari nanti Anda bisa berbalik dari bersikap baik itu. Berbeda halnya apabila usaha bersikap baik Anda didasarkan pada kemauan dan niat hati yang tulus serta dijalankan dengan sepenuh hati. Ini akan dan pasti mampu bertahan dalam jangka panjang. Karena Anda hanya ingin bersikap baik, baik, dan baik. Tanpa mengharapkan hadiah ataupun imbalan.
        Semoga Anda semua sungguh-sungguh belajar untuk bersikap baik tanpa adanya motif hadiah atau upah dan menyadari bahwa sikap baik itu adalah agar dapat berkenan kepada Allah. (Hanna/St. Theresia)

Satu Bulan Motivasi Desember 2013: Mudah Bersyukur

Halo sahabat-sahabatku yang terkasih.

Mulai bulan Desember 2013, saya akan memulai sebuah program saya yaitu Satu Bulan Motivasi (SBM). Ya, saya akan menerbitkan satu bulan motivasi di blog saya pada tiap bulan secara berkala. Dan saya sungguh-sungguh berbahagia, karena sebuah program istimewa dari saya ini telah berhasil diluncurkan dengan baik. Puji Tuhan karena segala kebaikan-Nya. Semua hanyalah karena anugerah-Nya semata. Bukan karena kekuatan atau kehebatan saya. Sungguh, hidup saya tidak berarti apa-apa tanpa Dia. Bahkan saya tidak akan menjadi apa-apa tanpa Dia pula. Thanks God, Kau sungguh Allah yang Besar.

Dari program SBM ini, saya akan memberikan tema yang berbeda dari bulan yang satu dengan bulan yang lain. Dengan tema yang telah ditentukan, maka sahabat-sahabatku semuanya harus menjalankan program saya tersebut selama sebulan. Karena sebuah program saya ini memiliki tujuan agar melatih diri sahabat-sahabat semua untuk memiliki karakter dan mental diri yang baik, kuat, dan tangguh. Yang nantinya akan membentuk sahabat-sahabat semua menjadi insan yang berkelakuan baik, mulia, sesuai dengan kehendak Tuhan (hidup menyenangkan hati Tuhan), hebat, hingga menjadi insan yang sukses luar biasa. 

Perlu sahabat-sahabatku semuanya sadari, bahwa untuk menjadi insan yang sukses luar biasa harus dimulai dari membentuk karakter-karakter yang baik terlebih dahulu. Mulailah dari hal kecil, dilatih, dibiasakan secara konsisten, hingga akan membentuk sebuah gaya hidup yang baik dan positif. 

Dengan program inilah, setidaknya sahabat-sahabatku semuanya semakin tertolong untuk membawa insan menjadi yang lebih baik, berkarakter unggul, dan religius. Saya ingin selain insan yang pandai, juga religius. Maka dari itu, manfaatkan sebuah fasilitas yang telah saya bagikan untuk sahabat-sahabat semuanya ini dengan sebaik-baiknya. Lakukan sesuai dengan tema yang telah saya berikan selama sebulan penuh. Baca artikel singkat saya, mengerti, pahami, dan aplikasikan dalam keseharian hidup. Melalui sebuah program ini, sekaligus sebagai misi saya dalam mewujudkan visi: Membangun Generasi Muda Indonesia yang Kaya Mental, Berkarakter Baik, dan Religius.

Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya. Bahwa saya memang sengaja menerbitkan SBM, dalam artian jelas sebagai diterbitkan tiap bulan. Agar sahabat-sahabat semua dapat belajar melatih diri menjadi insan yang lebih baik dan positif (baca: berkarakter unggul) selama sebulan penuh tersebut. Dan saya yakin, ini adalah sebuah tantangan yang dapat diterima dengan baik dan sangat asyik untuk ditaklukkan oleh sahabat-sahabatku semuanya. :)

Baik, sekian perkenalan dari sebuah program saya ini. Mari lanjut ke pembahasan tema untuk bulan ini. Langsung saja.. :)




Dear sahabat-sahabatku yang terkasih, saya ingin mengajak dan mengundang sahabat-sahabat semuanya untuk belajar mudah bersyukur. Apa yang telah kalian dapat saat ini, kalian langsung mengungkap rasa syukur dengan hati penuh bahagia dan tanpa beban. Kalian fokus mensyukuri apa yang telah kalian dapat saat ini hingga yang telah dimiliki dari sejak dahulu dan masih ada sampai sekarang. Kalian pula tak lupa mensyukuri talenta yang kalian miliki hingga berhasil membuahkan prestasi, meskipun masih kecil. Biarpun kecil, harus tetap bersyukur, karena kalian menilainya merupakan sesuatu yang berharga, tak ternilai harganya, dan tak dapat ditandingi dengan apa pun. 

Intinya, berfokus pada diri. Bersyukur atas semua yang telah kalian miliki. 

Apabila kelak kalian menemui seorang teman perempuan yang memiliki wajah cantik namun tidak normal fisik, kalian menanggapi dengan bersyukur karena fisik kalian normal. Begitu pula halnya apabila menemui seorang teman yang jago bermain piano, kalian menanggapi dengan bersyukur karena kalian jago bermain biola. 

Masih bisa dikembangkan lagi. Apabila pada hari ini menemui seseorang yang tidak kalian kenal sedang sakit dan dirawat di rumah sakit terbaik di Bandung, kalian yang pada saat itu sedang berbadan sehat dan fit mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena keadaan kalian lebih baik dari dia. Dan kejadian itu memotivasi kalian untuk bekerja dengan penuh semangat, berkarya dengan hati, hingga hidup berbagi kepada sesama.

Saya sangat percaya, kalian pasti bisa melakukannya dengan baik, bahkan dengan yang terbaik. :)

Salam sukses, luar biasa!
Indonesia Pasti Bisa! :)


Regards,
Hanna Kristina
~Be the best of you!~

Senin, 16 Desember 2013

2 Status Facebook 16 Desember 2013

Pertama :

Saya sangat terhormat diundang menghadiri rapat redaksi dari buletin gereja saya untuk pertama kalinya pada tanggal 18 November 2013. Thanks Wapimred. :)


Kedua :

Saya sedih sekali melihat beberapa spanduk di pinggir jalan berbahasa Indonesia tetapi penulisannya tidak sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Entah katanya menjadi jamak sekali hingga salah penulisan katanya. Apalagi pernah ada yang salah menulis katanya dalam bahasa Inggris, ini lebih lucu lagi..

Hal yang sama ditemukan pula pada beberapa buku berbahasa Indonesia yang telah saya miliki, baik hasil pembelian maupun diberikan gratis, dengan penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Padahal penerbit mayor ini besar. Salah satu contoh, tertulis kata "pemelajaran" di bukunya, yang benar adalah "pembelajaran". Editor bukunya harus banyak belajar lagi! Meski buku yang telah diterbitkan telah ditata sedemikian apik dan rapi, namun janganlah lepas penulisan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD. Kalau kedua hal ini - penataan buku yang baik dan penulisan bahasa Indonesia sesuai EYD - dijalankan, maka saya akan berani mengatakan bahwa ini adalah buku yang berkualitas baik! Perfect!

Tak hanya terjadi pada penerbit mayor, penerbit self-publishing pun bisa kena. Padahal telah tersedia seorang editor buku. Ini benar-benar aneh dan tidak masuk akal. Meski penulis bertanggung jawab pada semua tulisan dalam sebuah naskah buku, terutama perihal EYD, tetap dong sang editor buku ini memiliki tugas untuk menemukan dan memperbaiki kata-kata berbahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan EYD. Istilahnya, sama-sama bantulah.. Kalau ini terjadi, wah..., bukunya akan terbit dengan hasil yang luar biasa hebat! Apalagi didukung dengan penataan buku yang baik dan tak kalah bagusnya dengan penerbit mayor.

Ya mau bagaimana lagi, memang begitulah kenyataannya. Intinya, saya sangat menyayangkan posisi seorang editor buku. Meski ada sedikit kesalahan penulisan bahasa Indonesianya, tetap harus diperbaiki! Saya ingin agar pembaca yang naik minat untuk menulis buku kelak setelah membaca bukunya, pada akhirnya memiliki panduan penulisan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD.

Solusi akhirnya, mau tak mau saya harus memiliki penerbit milik saya sendiri. Namun, membutuhkan biaya yang sangat besar. Ya malah ujung-ujungnya uang sebagai kendala utama, hehehe... Di hati terdalam saya sebenarnya berbicara ingin memiliki penerbit milik saya sendiri. Namun, membutuhkan proses yang pasti cukup lama karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi dalam memeriksa semua tulisan dari sebuah naskah buku. Nanti hasilnya adalah sebuah terbitan buku yang LUAR BIASA! Saya akan terharu bukan main dan berhasil memuaskan hati pembaca. Pada intinya, saya ingin semua proses dijalani dengan sepenuh hati, bukan setengah hati. Tindakan inilah yang sedikit dimiliki oleh seorang editor buku. Dia sering cenderung ingin menyelesaikan tugas dalam memeriksa dan memperbaiki kata-kata berbahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan EYD dengan cepat. Antrian naskah dari orang lain biar ditahan dulu. Yang penting, mau melakukan tugasnya dengan sepenuh hati, bukan dengan setengah hati. Dengan melakukan tindakan ini, penulis buku yang kelak bukunya akan diterbitkan akan merasa senang bukan main dan senyumnya akan bertahan lama.

Kalau seseorang bekerja dengan benar, saya akan mempercayakan kepadanya dan malah akan menjadi seorang pelanggan setia. Kalau sebaliknya, jangan harap saya akan mempercayakannya. Satu lagi, kalau seseorang bekerja dengan benar, saya tidak akan semakin dipersulit! Harus sadar sendiri, bahwa hidup zaman sekarang sudah cukup sulit dan sebenarnya orang sedang berjuang merengkuh kehidupan. Hal yang mudah untuk dilakukan sebenarnya, tetapi entahlah mengapa mereka sepertinya sulit untuk melakukan hal tersebut.

Memang begitulah kenyataannya pada zaman sekarang. Orang ingin mendapat uang dengan segera sebagai hasil jasanya, namun bagian tugasnya tidak dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Berhenti mengeluh karena tidak ada yang sempurna. Terlebih lagi, orang tak mau berurusan dengan proses alias mengambil jalan instan.

Semoga menjadi bahan pembelajaran bagi kita bersama, terutama yang berurusan dengan kegiatan menulis. Saya rindu, banyak insan Indonesia yang mampu menulis berbahasa Indonesia sesuai dengan EYD hingga menjadi editor yang baik.

Salam sukses!