Rabu, 13 November 2013

Mencari KESEMPURNAAN?? Ini hasilnya . . .

"Seorang murid pernah bertanya pada
gurunya:
Murid : Bgmn caranya agar kita
mendapatkan
sesuatu yg paling sempurna dlm
hidup?
Guru : Berjalanlah lurus di taman
bunga, lalu
petiklah bunga yg paling indah
menurutmu &
jangan pernah kembali kebelakang.
...Setelah berjalan dan sampai di ujung
taman, si
Murid kembali dg tangan hampa . . .
Lalu guru bertanya: Mengapa kamu tdk
mendapatkan bunga 1 pun?
Murid : Sebenarnya tadi aku sudah
menemukannya
tapi aku tdk memetiknya karena aku
pikir mungkin
yg di depan pasti ada yg lbh indah,
namun ketika
aku sudah sampai di ujung, aku baru
sadar bahwa
yg aku lihat tadi adalah yg terindah,
dan aku pun tak
bisa kembali kebelakang lagi!
Dgn tersenyum guru berkata:
"Ya, itulah hidup, semakin kita mencari
kesempurnaan, semakin pula kita tak
akan pernah
mendapatkannya, krn sejatinya
kesempurnaan yg
hakiki tdk pernah ada, yg ada hanyalah
keikhlasan
hati kita untuk menerima kekurangan"

Pesan moralnya adalah:
Marilah kita sadari bahwa apa yg kita
dapatkan hari
ini adalah yg terbaik menurut Allah dan
jangan
pernah ragu, krn kesadaran itu akan
menjadikan kita
nikmat."


Merupakan tulisan catatan FB Andreas Teguh Adi Setiawan.
24 Januari 2012 pukul 12:53

Tuhan ARSITEK Kehidupan..

"Di dlm Dia kehidupan kita di sempurnakan
Seorg wanita belanja di sebuah toko pakaian di mall. Karyawan toko telah mengeluarkan ukuran baju dr S sampai XL. Tapi wanita yg ukurannya M ini sangat rewel dng semua ukuran. S katanya kesempitan. M msh kekecilan. L lengannya kebesaran. XL longgar. Tak ada beda dgn wanita atau pria lainnya yg masih lajang. Dipertemukan dgn wanita/pria tp semua tdk pas. Ada yg ketuaan, terlalu muda, terlalu pendek, kurang ganteng/cantik, sedikit hitam, tdk kaya, kurang pintar, dsb. Bg manusia selalu saja ada yg tdk sempurna atau tdk pas.

Ketika kita hdp di dlm Tuhan maka Tuhan akan menyempurnakan segala sesuatu yg akal pikiran manusia kita serta daging kita selalu mengatakan tdk pas atau tdk sempurna. Tuhan tahu persis ukuran yg tepat buat kita. Wanita/pria cerewet di pasangkan dgn pria/wanita sabar dan pendiam. Yang ceroboh dipasangkan dgn yg teliti dan hati2. Yg patah hati di pertemukan dgn teman2 atau rekan2 yg memberi semangat. Di dlm Dia kehidupan kita di sempurnakan.

Tuhan tau persis ukuran yg pantas, tepat, seimbang dan sempurna. Ia adlh arsitek yg teliti dan tidak pernah meleset memberikan ukuran yg tepat untuk setiap perkara dlm hidup kita. Ia tahu yg kita perlukan. Ia tahu apa yg layak kita miliki. Dan tdk ada satu perkarapun yg terlewatkan olehNya. Jd, mengapa kita masih saja terkadang meragukan kesempurnaan Tuhan dlm merancang masa depan kita."


Merupakan tulisan catatan FB Andreas Teguh Adi Setiawan.
4 Maret 2012 pukul 23:02

Aku Bisa Menjadi Orang yang Positif

Aku bisa menjadi orang yang positif dan bersemangat dari hari ke hari, bermula dari membaca buku "Mimpi Sejuta Dolar" karya Alberthiene Endah pada bulan Juni 2012 lalu. Kalimat demi kalimat yang terangkai di sana tertulis secara positif, sehingga membawa diriku untuk menjadi orang yang berpikir dan bersikap positif. Dan aku malah bertekad bulat agar berpikir dan bersikap positif menjadi sebuah gaya hidupku yang tak lain menunjukkan kualitas hidupku yang baik dan sehat. 

Terima kasih Bu Alberthiene Endah dan Bu Merry Riana.
Aku tidak bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa kehadiran buku itu.
Padahal waktu itu aku memutuskan tidak membeli buku itu, tetapi entah mengapa hatiku memerintahkan agar membeli buku itu dan pada akhirnya buku itu terbeli juga. Dan oh my God, aku menemukan banyak hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya setelah memulai membaca buku itu. Buku yang memang memiliki sisi berbeda dari buku yang lain.

Aku yakin, semua bukan karena kebetulan.
Semua adalah berkat anugerah Tuhan Yang Maha Baik dan Penyayang.

Aku merasa terberkati dan berharap terus menjadi berkat bagi banyak orang di sekelilingku, terutama di Indonesia. Dan jika Tuhan berkenan, aku bisa menjadi motivator dan dapat masuk ke TV atau memiliki show sendiri dengan aku sebagai host-nya, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang di seluruh Indonesia. Terima kasih Tuhan. Amin.

My Prayer

Lord, 
I pray for a man, that will be a part of my life
A man that really loves YOU more than everything
A man that will put me in the second place of his heart
A man that lives not for himself but for YOU
The most important is
I want a heart that really loves and thirsty of YOU
And have a desire to be like JESUS

And he must know for whom and for what he lives
So his life is not useless
Someone that has a wise heart
Not only a smart brain
A man that not only loves me but also respect me
A man that not only adores me
But can warn me when I am wrong
A man that loves me not because of my beauty
but my heart
A man that can be my best friend
in every time and situation
A man that make me feel like a woman
when I am beside him

I do not ask for a perfect man
But I ask for an imperfect man

A man that needs my support for his strength
A man that needs my prayer for his life
A man that needs my smile to cover his sadness
A man that needs my love so he feels being loved
A man that needs me to make his life beautiful

And I also ask
Make me be a woman that can make him proud

Give me a heart that really LOVES YOU
So I can love him with Your Love
Not love him with my love

Give me Your gentle spirit
So my beauty does not come from my outside
but comes from You

Give me Your hands
That I always be able to pray for him

Give me Your eyes
So I can see many good things in him
and not the bad one

Give me Your mouth
that is filled with Your words
of wisdom and encouragement
So I can support him everyday

Give me Your lips
And I will smile at him every morning

And I want that when we finally meet
Both of us can say
How great Thou Art
I know that You want us to met at the right time
And You will make everything beautiful in Your time
Amen 

Selasa, 12 November 2013

~ Jual Tas Cantik ~






Foto atas : tas berbahan viroyeq
Foto bawah : tas berbahan sofa clarisa vintage


@Rp 70.000,00 
BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM


Pemesanan dan informasi lebih lanjut via :
1. Email : hannakristinaz@gmail.com
2. HP : 085720181972
3. Pin BB : 32356E06

Minggu, 10 November 2013

Joko Widodo




 
Joko Widodo lahir di Solo, 21 Juni 1961. Adalah anak pertama dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi.

Pendidikan dari SD sampai SMA dihabiskan di kota Solo. Kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga lulus pada tahun 1985. Setelah lulus kuliah, ia merantau ke Aceh dan bekerja di sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 2 tahun. Namun kemudian kembali ke Solo, kota kelahirannya dan memilih bekerja di perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkayuan. Setelah cukup pengalaman, pada tahun 1998 ia memutuskan menjadi pengusaha di bidang mebel. Ia memulai usaha dari minus, bukan dari nol. Pelan-pelan merintisnya, paling tidak produksi yang telah dihasilkan dapat diekspor. Sampai akhirnya, usahanya maju. Mampu mengekspor mebel ke beberapa negara Eropa.

Suatu kali seorang pembelinya di Prancis mengaku kebingungan mengenali nama Joko yang tidak hanya seorang. Untuk memudahkan mengenalnya, si pembeli itu memanggilnya Jokowi. Inilah asal mula muncul penamaan Jokowi yang populer pada sekarang ini daripada nama resminya, Joko Widodo.

Setelah tiga tahun merintis usaha di bidang mebel, barulah bisa ekspor. Ini merupakan sebuah lompatan besar yang tidak mudah. Pada saat kegiatan ekspor itu mulai bisa berkembang, tiba-tiba pada tahun 2005 didorong-dorong untuk mengikuti Pilkada Walikota Solo. Dengan terpaksa, ia ikut tanpa memasang target dan tanpa semangat. Tapi ternyata, ia terpilih menjadi Walikota Solo sungguhan. Ia menganggap ini seperti sebuah kecelakaan. Ia tak percaya semua itu bisa terjadi dan berpihak pada dirinya. Akan tetapi, ia menyadari bahwa ternyata ia tepat dibutuhkan. Jabatan itu tidak bisa diuber-uber, karena Yang Di Atas-lah yang menentukan. Semua orang memiliki waktunya sendiri.

Padahal pada mulanya ia tidak berniat mencalonkan diri menjadi walikota. Perhatiannya kala itu hanya tersita untuk urusan usaha mebel. Sampai suatu ketika, ia merasa prihatin atas perkembangan dan pembangunan kota kelahirannya yang dirasa berhenti di tempat. Ia melihat kotanya tidak semakin baik, melainkan semakin turun dan tidak baik. Hingga ia merasa tergelitik bahwa begitu sulitnyakah mengelola kota. Ia tidak terlalu menyeriusinya, karena merasa tidak terkenal. Tetapi betul-betul sudah terpilih menjadi orang nomor satu di jajaran pemerintahan kota Solo. Dengan demikian, ia segera mendiagnosa berbagai penyakit yang membonsai pertumbuhan kotanya.

Hasilnya, ketika di daerah lain para Pedagang Kaki Lima (PKL) sering dirazia, digusur, bahkan digebuki, di Solo mereka justru diberi tempat mulia. Kalau kondisi pasar tradisional pada 30 tahun sebelumnya dalam kondisi seakan dibiarkan merana, kini semuanya diurus habis-habisan. Masalah kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki jaminan sama sekali, sebelumnya hanya dapat anggaran 1,4 miliar rupiah, sekarang memperoleh anggaran hingga 20 miliar rupiah. Akibatnya, seluruh pembiayaan kesehatan bagi masayarakat tidak mampu, mulai dari cuci darah sampai kemoterapi, semuanya dijamin oleh pemerintahan kota (pemkot). Warga Solo yang sebelumnya mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) selama dua minggu, kini cukup satu jam saja. Masalah perizinan untuk memulai usaha yang sebelumnya memerlukan waktu 4 hingga 6 bulan, sekarang bisa kelar hanya dalam waktu enam hari saja.

Berbagai kemajuan itu membuat kota Solo kini kedatangan banyak tamu. Setiap hari setidaknya ada 4 hingga 6 bus tamu dari berbagai daerah lain yang datang untuk melihat penanganan pelayanan KTP secara langsung. Semua bisa terjadi perubahan atau lompatan besar karena adanya visi, gagasan, serta impian besar.

Padahal aslinya, ia tumbuh dari keluarga miskin yang tinggal di daerah bantaran kali yang kumuh. Membuatnya tumbuh menjadi seorang pemimpin yang peka terhadap penderitaan dan berbagai problematika masyarakat miskin. Terlebih ketika semangat itu berpadu dengan pengalamannya selama 23 tahun bergelut di bidang ekspor, maka lahir berbagai kebijakan populis yang tidak hanya membela dan melindungi kepentingan masyarakat bawah, tetapi juga berhasil menggeser paradigma jajaran pemerintahan kota yang dipimpinnya secara revolusioner.

Gebrakan demi gebrakan dan berbagai terobosan ia ciptakan. Mulai dari sering tidak mau mengambil gaji hingga enggan mengganti mobil dinasnya yang bekas dengan mobil baru. Semakin mengukuhkannya sebagai manusia langka yang tidak hanya dipuja oleh warganya, tetapi membuat warga bangsa mulai jatuh cinta kepadanya.

Motif di balik keengganannya mengambil gaji adalah masih banyak masyarakat yang kesulitan, terutama makan. Meski misalnya mampu ganti mobil setiap tahun, tetap belum pernah ganti mobil dinas. Untuk apa bekerja dengan mobil lama yang sebelas tahun ini bisa, harus diganti dengan mobil yang baru. Apakah dengan mobil yang baru kinerjanya menjadi lebih baik? Paling dengan mobil baru, akan terlihat lebih gagah sedikit. Tetapi ia memilih tidak suka gagah-gagahan.

Ia mengira bahwa masalah pertama adalah tidak adanya leadership (kepepimpinan). Dan yang kedua adalah masalah di sistem manajemennya. Karena ketika ia hidup di ekspor selama 23 tahun, ada tiga hal yang tidak boleh tidak dipenuhi. Yaitu, yang pertama masalah quality (kualitas). Kedua, masalah price (harga), artinya harus selalu efisien sehingga harga bisa kompetitif. Ketiga, on time delivery (ketepatan waktu pengiriman). Ketiga hal ini sangat berpengaruh dalam pengelolaan kepemerintahan dan pengelolaan sebuah kota, khususnya mempengaruhi kebijakan. Sistem recruitment politik kita belum mampu menghasilkan kader-kader yang mempunyai leadership yang baik merupakan pokok problem bangsa kita.

Kemudian pada saat memulai usaha, ia merasa teman-temannya sudah punya modal yang lebih besar. Mereka sudah menjadi luar biasa kaya, dua level di atas dirinya. Ia baru mau memulai. Tetapi ia melihat, dibanding yang lain ia harus memiliki kelebihan. Ia melihat mereka kalau berangkat kerja jam delapan pagi, pulang jam empat sore. Kala itu ia tidak punya uang dan modal. Jadi yang bisa ia lakukan adalah berangkat lebih awal dari mereka. Ia subuh berangkat. Jam setengah enam pagi sudah sampai di tempat kerja. Pulang jam dua belas malam. Kalau ia tidak punya uang dan modal, tetapi berangkatnya sama seperti teman-temannya itu, apa yang bisa ditonjolkan? Tidak ada jawabannya. Jadi kalau mau sukses, kelebihan yang ada diangkat dan ditonjolkan. Seperti itu. Memang capek. Dipikir waktu ia menjadi walikota juga sama capeknya. Kadang kerja sampai tengah malam, hingga pagi. Itu biasa. Dari pagi sampai pagi, itu biasa. Menunggu kontainer sampai jam tiga pagi, jam empat pagi tidur di pabrik.

Jadi kalau sekarang melihat dirinya jam tujuh pagi sudah sampai di kelurahan, jam setengah delapan pagi sudah sampai di kelurahan, dulu lebih dari itu. Sebenarnya maunya jam lima pagi, enam pagi sampai di kelurahan. Ia datang ke kecamatan-kecamatan empat sampai lima kali. Orang-orang menyebutnya sidak. Di pinggir kali ada yang berteriak, “Pak hajar, Pak, hajar.”. Yang dihajar itu apa. Masyarakat itu bilang, di sana pak, di kelurahan sana sama, pak. Ditangani, disidak saja. Ia mengatakan tidak sidak kok. Pagi-pagi dirinya ingin jalan. Hanya kebiasaan saja.

Kebiasaan bangun pagi itu terbentuk karena ia memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Kebiasaan itu terbawa hingga ia menjadi birokrat, Walikota Solo, dan sekarang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia menyebutkan, banyak hal positif yang bisa diterapkan para birokrat (pegawai negeri sipil) dari sikap para pengusaha. Dan hal itulah yang dilakukannya.

Dengan pola seperti itulah, ia berhasil saat menjadi Walikota Solo. Dan tampaknya pola seperti itu pula yang akan diterapkannya saat kini menjadi Gubernur DKI Jakarta yang resmi terpilih pada tanggal 20 September 2012, yakni birokrasi yang bernuansa entrepreneur.  

Ia terbukti memiliki catatan baik di dunia. Mendapat penghargaan sebagai salah satu dari calon walikota terbaik di dunia. Merupakan modal berharga sekaligus tantangannya agar ia bisa berhasil menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Bahkan pada bulan September 2013, sempat memuat berita di surat kabar tertentu di luar negeri perihal proses pengelolaan pemerintahan kota hingga memuat foto diri di dalamnya.

Begitulah Joko Widodo. Yang senantiasa memberikan segenap kemampuan terbaiknya bagi kemajuan, perbaikan, dan kesejahteraan masyarakat. Berhasil mencapai tujuan yang telah ia tetapkan sebelumnya, yaitu menjadikan kota Solo sebagai “Kota Karnaval dan Kota Seni Pertunjukan”. Hingga ketika baru beberapa minggu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah menunjukkan sesuatu hal yang baru.

“Seorang pemimpin itu harus punya visi besar, target besar, dan mimpi yang besar, sehingga ia bisa membuat lompatan besar (Quantum Leaps). Baik untuk memimpin kota, organisasi lainnya, atau negara,” kata Joko Widodo. 


Referensi tulisan :
- Majalah Luar Biasa edisi Desember 2011
- Majalah Luar Biasa edisi Desember 2012
- www.google.com

Sumber gambar :
http://www.tempo.co/read/news/2012/11/28/231444652/Ini-Alasan-Jokowi-Tunda-Lagi-Proyek-MRT

Senin, 14 Oktober 2013

Mengasihi Sang Pemberi


Artikel saya dimuat di BERGEMA edisi Oktober 2013



“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, Allahmu.” (Ulangan 8:11a)


Kondisi badan Anda sehat. Anda dapat bergerak lincah ke sana kemari untuk melakukan berbagai aktivitas secara menyenangkan. Seolah tiada hambatan yang dijumpai. Khususnya pada akhirnya Anda dapat bekerja. Ketika sedang bekerja, Anda sempat menemui berbagai kesulitan. Tetapi beberapa menit kemudian, Anda malah mampu mengatasi kesulitan itu sendiri. Anda pun nyaris senang kegirangan dan tanpa basa-basi langsung melanjutkan aktivitas lainnya sembari tersenyum. Tetapi ada satu hal yang Anda lupa : membawa bekal berupa makanan dari rumah untuk dimakan di kantor tempat Anda bekerja pada jam istirahat. Ketika jam istirahat tiba, ada seorang rekan kerja Anda yang memberi Anda makanan berisi nasi putih dan sayur kembang tahu yang telah dikemas dengan kemasan yang baik. Anda berterimakasih kepadanya, dan tanpa basa-basi langsung mengonsumsinya dengan penuh semangat, karena Anda nyaris kelaparan mengingat belum sarapan pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Waktu kerja kini telah usai, segera mengendarai mobil, dan tiba di rumah dengan selamat. Bahkan Anda mendapat penghasilan yang cukup besar dari tempat Anda bekerja selama ini, sehingga Anda bisa membeli barang-barang yang sangat Anda perlukan. Dan tidak jarang, Anda bisa membeli barang-barang yang cukup mahal harganya.

Kehidupan Anda nyaris berjalan mulus. Seolah hidup Anda dimudahkan oleh Tuhan. Semua terlihat baik dan sempurna, pikir Anda. Ya, pada akhirnya Anda lebih mencintai pemberian-Nya karena begitu nikmatnya pemeliharaan Allah. Jika Allah memperkenankan Anda menikmati kelimpahan berupa harta kekayaan, sehat jasmani, sehat rohani, dan lain-lain, ingatlah dari mana semuanya itu berasal. Sehingga baiklah bagi kita untuk senantiasa tidak melupakan Tuhan dan memuji Dia atas segala kebaikan-Nya yang tak terhingga, serta menyadari bahwa semuanya bukan karena kekuatan dan kemampuan kita. (Hanna Kristina/St. Theresia; Sumber inspirasi : “Santapan Rohani”, 19 Juli 2013)